Bioinformatics, Data Science, and Artificial Intelligence
Research Area > Bioinformatics, Data Science, and Artificial Intelligence

Indonesia menyimpan salah satu keanekaragaman mikroorganisme terkaya di dunia, tersebar dari geiser dan sumber air panas hingga endapan mineral dan tanah vulkanik. Tantangannya bukan lagi sekadar menemukan dan mengisolasi mikroorganisme tersebut, melainkan membaca dan memaknai informasi genetik yang dikandungnya dalam skala yang tidak mungkin dikerjakan secara manual. Satu proyek metagenomika tunggal dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan gigabyte data sekuens.

Research Area Bioinformatika, Sains Data dan Kecerdasan Artifisial (Bioinformatics, Data Science, and Artificial Intelligence -BDSAI) adalah lapisan analitik CoE IBR-GS. Kami mengembangkan dan menerapkan metode bioinformatika, statistika, pembelajaran mesin dan kecerdasan artifisial, serta komputasi kinerja tinggi untuk mengubah data genom mikroorganisme indigenos Indonesia menjadi pengetahuan ilmiah yang dapat dipublikasikan, kandidat produk yang dapat dipatenkan, serta basis data yang dapat dimanfaatkan generasi peneliti berikutnya.

Area ini bekerja berdampingan dengan laboratorium basah CoE IBR-GS dalam satu rantai nilai yang utuh: sampel lapangan → kultivasi dan ekstraksi DNA → sekuensing → perakitan dan anotasi genom → penambangan gen bernilai industri → validasi laboratorium → hilirisasi.

Target & Impact
  1. Publikasi pada jurnal internasional bereputasi (target: minimal 6 artikel Q1/Q2 per tahun).
  2. Deposit genom dan sekuens ke basis data internasional (NCBI GenBank/ENA) atas nama CoE IBR-GS – Universitas Indonesia.
  3. Hak Cipta Program Komputer dan Paten untuk pipeline, algoritma, dan kandidat produk.
  4. Basis data genom mikroorganisme indigenos Indonesia yang dapat diakses publik.
  5. Layanan analisis dan pelatihan bersertifikat bagi universitas, lembaga riset, dan industri.
Contribution for SDGs